Berkontribusi ! Berkompetisi ! Berprestasi !

TI InIIC I InIIC 2017

Tim Teknologi Informasi bidang 2 UKM Rekayasa Teknologi UNY berhasil meraih Medali Perak dalam ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC ) 2/2017 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Negara Malaysia yang bekerjasama dengan University of Malaya dan MNNF Network. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 November 2017 di Copthorne Hotel, Cameron Highlands, Malaysia. Pada ajang ini, tim IT UKM Rekayasa Teknologi menerbangkan satu tim untuk berkompetisi. Tim yang berangggotakan Linda Noviasari (Pendidikan Teknik Elektronika), Brian Dwi Murdianto (Pendidikan Teknik Informatika), Lina Ambarwati (Pendidikan Bahasa Inggris), Eko Saputro Lukito (Pendidikan Teknik Elektronika) dan Fajar Indra Prasetyo (Pendidikan Ekonomi).

Acara ini diikuti oleh 184 inventor dari beberapa negara, diantaranya adalah Malaysia, Indonesia, Taiwan, Thailand, Singapura, India, Hongkong dan beberapa negara lainnya. Terdapat tiga kategori yang dinilai, meliputi Professional Education & Social Science, Professional Science & Engineering, dan Higher Institution Students.

Linda Noviasari menceritakan bahwa pada kompetisi ini terdapat para pesaing yang berasal tidak hanya dari mahasiswa melainkan kalangan dosen, aktivis dan praktisi yang sudah ahli di bidangnya. “Bahkan tim kami merupakan salah satu tim termuda diantara kontestan lainnya,” kenang Linda.

Linda menambahkan bahwa lomba ini berkonsep presentation and exhibition, dimana semua peserta diberikan fasilitas berupa stan untuk gelar produk. “Perangkat yang harus disediakan dalam ajang ini adalah baner, artikel, produk inovasi, dan alat-alat penunjang lainnya seperti foto-foto alat dan sertifikat pendukung,” imbuhnya.

“Penjurian dilakukan dengan presentasi menjelaskan tentang alat yang sudah kami buat dan ditunjukkana cara kerja alat kami. Selain itu juga ada tanya-jawab menggunakan Bahasa Inggris dengan dua orang juri seputar deskripsi karya, biaya produksi, implementasi, dan potensi paten,” lanjutnya.

Sementara itu Brian Dwi Murdianto menjelaskan bahwa dalam meraih suatu pencapaian bukan suatu hal yang mudah bagi tim. “Perjuangan dimulai dari pencarian event, proses pengiriman abstrak, penyusunan proposal, pembuatan alat, uji coba dan validasi ahli yaitu dosen, hingga saat presentasi yang semuanya mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

 “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan kami, dan semoga event perlombaan seperti ini nantinya bisa bermanfaat bagi para peserta terkait dengan kompetisi Internasional dan masyarakat luas terkait dengan implementasi dari produk-produk yang dibuat oleh mahasiswa,” tutup Lina. (Linda)

Berita , prestasi , TI

Tinggalkan Balasan