“Sistem Recovery ” karya tim Bimasena berhasil raih 3 dalam Eco House Design Competition 2015

RB_Ecohouse

Tim Bimasena dari divisi Rancang Bangun UKM Rekayasa Teknologi UNY kembali menorehkan prestasi dalam event berskala nasional. Kali ini tim Bimasena berhasil merebut juara tiga dalam lomba Eco House Design Competition yang diselenggarakan di Foodpark BNI UGM. Eco House merupakan lomba Rancang Bangun tingkat Nasional yang diselenggarakan tiap tahun, oleh UGM,  yang pada tahun ini mengangkat tema “Kampung Nelayan”.

Mereka adalah Agus Setyawan (Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan 2013), Taufik Budi (Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan 2013),  Dzulfiqar Adam (Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan 2013), Enik Ernawati (Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan 2014),  yang berhasil menjadi juara 3 dengan  mempersembahkan Maket perumahan dengan desain rumah yang memiliki konsep Recovery (Green eco recovery residence of Yogyakarta).

Konsep Recovery dikembangkan dengan menekankan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta memiliki fungsi ekonomis, di perumahan tersebut kami memiliki inovasi rumah asap ikan (Bloater House) di setiap rumah. Dengan adanya inovasi Bloater House ini diharapkan nelayan memiliki penghasilan tambahan selain dari melaut yang merupakan pekerjaan utama dari nelayan.

Meskipun sempat ragu dikarenakan dalam lomba tersebut tim Bimasena melawan tim-tim yang sebagian besar berasal dari jurusan arsitek yang merupakan ranah mereka. Akan tetapi dengan kerja keras dan doa serta  dibantu teman-teman jurusan maupun dosen, tim Bimasena berhasil lolos tahap seleksi awal dan berhak bersaing di babak final.

Dari puluhan tim yang mendaftar, terpilih 5 finalis yang mengikuti babak Final yang diselenggarakan pada 23 Mei 2015. Adapun Universitas yang yang berpartisipasi dalam Final tersebut yaitu : Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Mataram, dan Universitas Negeri Yogyakarta (humas restek)

 

TIM WISANGGENI II KEMBALI RAIH JUARA I DALAM CIVIL IN ACTION

RB

 

Tim Wisanggeni II yang merupakan tim Rancang Bangun UNY tahun ini kembali menorehkan prestasi dalam event berskala nasional, “Civil in Action” Lomba Rancang Kuda-kuda Nasional UGM tahun 2015 yang diselenggarakan di FT UGM. Lomba tersebut diselenggarakan tiap tahun oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil UGM, yang pada tahun ini mengangkat tema “Innovation to Enlighten Nation”. Tim Wisanggeni II diketuai oleh Mahda Rista Octania (2013) yang beranggotakan Muslikhatun Umami (2013) dan Muhammad Silvanter Sangaji (2014) serta dibimbing oleh Drs. Darmono, MT.

Tim Wisanggeni II terbentuk setelah adanya oprek dari divisi Rancang Bangun UKM Rekayasa Teknologi UNY untuk mengikuti lomba kuda-kuda dan ecohouse yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada. Proses penyusunan proposal berlangsung sekitar 2 bulan dan diikuti oleh 57 tim dari seluruh wilayah di Indonesi. Pada penyisihan babak pertama, Tim Wisanggeni II  menempati kedudukan peringkat 10 dari 15 finalis. Setelah pengumuman babak pertama, Tim Wisanggeni II menyusun jadwal latihan membuat kuda-kuda yang telah didesain sesuai pada proposal. Latihan dalam pembuatan model kuda-kuda dilakukan sebanyak 6 kali dan kuda-kuda yang telah diuji yakni 5 buah.

Tanggal 10 Mei 2015 TM berlangsung, tanggal 11 Mei 2015 perakitan dan presentasi, dan tanggal 12 Mei 2015 pengujian dan pengumuman. Tim Wisanggeni II dapat menyelesaikan kuda-kudanya dengan tercepat nomor dua, akan tetapi mendapatkan revisi yang dikarenakan ketinggiannya lebih 2 mm. Rencana sebelumnya panjang 1000mm dan tinggi 500mm. Tim Wisanggeni II kembali melakukan perakitan setelah dzuhur dengan batas waktu 30 menit, akan tetapi tim Wisanggeni II dapat menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih 17 menit.

Pada saat pengujian kuda-kuda, Tim Wisangeni II hanya mampu menahan 290kg padahal beban rencananya 300 kg, tim ARASHEL dari Universitas Indonesia mampu menahan 260kg padahal beban rencananya 250 kg, sehingga poin untuk tim UNY dikurangi 15 point karena kurang 10kg sedangkan tim UI dikurangi 10 poin karena kelebihan 10 kg, serta tim yang lain mengalami overload sehingga poin untuk tim selain UNY dan UI sama dengan kosong untuk poin pengujian tersebut.

Pembimbing dan Mahasiswa Teknik Sipil UNY juga turut hadir menunggu hasil pengumuman di KPFT UGM. Akhirnya Juara 1 diraih kembali oleh tim dari UNY, juara 2 diraih oleh tim Universitas Indonesia (UI), juara 3 diraih oleh Institut Teknik Surabaya (ITS), dan penghargaan terinovatif diraih oleh Universitas Gajah Mada (UGM) . (humas UKM Restek).

 

RB1      RB2

RB3       RB4