hongkong
Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Rizky H Oktiavenny dengan menjadi delegasi UKM Rekayasa Teknologi dalam International Social Entrepreneurship Conference Call to Action Make a Difference (MaD) di Hong Kong. Konferensi yang berlangsung selama tiga hari pada tanggal 24 – 28 Januari 2013 tersebut diselenggarakan oleh Hong Kong Institute of Contemporary and Culture dengan tema “Social Entrepreneurship”.

Kegiatan ini bertujuan untuk menarik peserta dengan latar belakang yang berbeda, menginspirasi, mendorong pertukaran pikiran, mengasah jiwa kepemimpinan dan bisnis sosial yang berbeda serta untuk mendiskusikan masalah masalah kemiskinan, pengangguran yang ada di negara asalnya. Pemuda yang berpartisipasi dalam konferensi ini, baik sebagai presenter maupun peserta, adalah social entrepreneurship dari seluruh dunia, baik S1, S2, atau S3, antara lain: Hong Kong, China, Asean, Brazil, London, Azebaijan, Amerika, Inggris, Australia, Turki, German, dan beberapa negara lainnya.

Rizky menjelaskan bahwa MaD 2013 untuk tahun ini terdapat 3 forum besar yang menjadi fokus kegiatan. Forum tersebut adalah MaD Forum diadakan 2—5 hari yang menyatukan Change Makers International dan 1200 pemuda dari Hong Kong, China daratan, dan bagian lain Asia; Events Throughout the Year untuk mendukung perubahan yang nyata, mengorganisir MaD sebagai kegiatan sepanjang tahun, termasuk delegasi ke acara internasional, program pendidikan berkelanjutan dan mekanisme untuk mendukung pemuda memulai kegiatan; dan Make a Difference Venture Fellows Venture Program Fellows bertujuan untuk merayakan generasi baru yang inovatif dan yang memiliki jiwa pengusaha. Program ini juga bertujuan untuk mendukung pengusaha dan meningkatkan hubungan internasional mereka.

Konferensi hari pertama dimulai dengan Opening Speaker Mr. Stanley YEN Chairman, The Alliance Cultural Foundation (Taipei), Thomas HEATHERWIC (Principal+Founder Heatherwick Studio- London), Song Dong Artist Beijing. Hari kedua konferensi diadakan kegiatan Night City Challenge di mana delegasi tepilih akan menyusuri lorong-lorong kota Hong Kong untuk mengamati dan menemukan ide social entrepreneurship. Hari ketiga adalah puncak dari kegiatan di mana seluruh delegasi harus mempresentasikan ide bisnis sosialnya di dalam forum yang bernama Ripple Forum.

source : uny.ac.id