Pulang dari Negeri Sakura Garuda UNY Racing Team Bikin Bangga Ibu Pertiwi

gurt

Sabtu lalu (8/9) Garuda UNY Racing Team sukses menyelesaikan 20 lap kategori endurance dalam kompetisi 2018 Student Formula Japan. Keberhasilan ini memperbaiki catatan tim tahun lalu yang hanya menyelesaikan 3 lap. Kegagalan yang pernah dilakukan tidak membuat tim putus asa. Tahun ini semangat yang membara telah dikobarkan untuk membanggakan ibu pertiwi.

 “Alhamdulillah, speechless,” terang Robi, team captain. Hanya satu kata itu yang muncul yang dilontarkan mahasiswa UNY yang menjadi salah satu delegasi 2018 Student Formula Japan kali ini.

Garuda UNY Racing Team menduduki peringkat ke 21 di ajang 2018 Student Formula Japan. Acara bergengsi yang berlangsung 4-8 September di Ecopa Staduim, Shizuoka Prefecture, Jepang ini diikuti 109 tim dari 8 negara. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang ikut berkompetisi di ajang SFJ antara lain UNY, UGM, ITS, UNS, UI, dan UII. Dalam SFJ kali ini, UNY memimpin dengan berada di peringkat 21. Naiknya peringkat UNY ke 21, dari semula 43, tentu saja menjadi capaian yang membanggakan.

Prestasi UNY di 2018 Student Formula Japan antara lain tampak dalam perolehan JAMA Awards sebagai tim dengan Technical Inspection dan dokumen tanpa pinalty dan delay serta lolos endurance. Selain JAMA Award, berikut adalah beberapa prestasi yang diraih oleh Tim Garuda UNY: urutan ke 13 dalam Business Logic Plan, urutan ke 43 dalam Design Report Presentation, urutan ke 31 dalam Cost Report Presentation, urutan ke 18 dalam Skidpad, urutan ke 31 dalam Autocross, urutan ke 28 dalam Acceleration, urutan ke 14 dalam Efficiency, urutan ke 19 dalam Endurance.

Dalam kesempatan terpisah, Sutrisna Wibawa, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, ketika diwawancarai mengatakan bahwa capaian tim Garuda UNY ini merupakan buah kerja keras semua tim. “Capaian ini tentu sangat membanggakan. Naiknya peringkat UNY dari 43 ke 21 merupakan bukti bahwa Tim Garuda UNY terus melakukan perbaikan. Prestasi Tim Garuda UNY merupakan hasil kerja keras tim, dosen pembimbing, dan seluruh pimpinan di UNY. Ke depannya, Tim Garuda UNY harus bisa tampil lebih baik lagi. Dan Indonesia, bisa menduduki peringkat pertama di ajang ini.”

Terima kasih atas semangat, dukungan, dan doa restu dari civitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta. Tim turut mengucapkan terima kasih kepada Motul, Garuda Indonesia, Indonesia Steel Tube Works (ISTW), Add Suspension, Yamaha, Hoosier, Bengkel Idek, Ikatan Keluarga Alumni Otomotif UNY (IKATO), PT PMCT Teknikindo, Good News From Indonesia (GNFI), Stadion Maguwoharjo, RNV, dan C-Maxi. Mari sambut SFJ 2018 dengan sportivitas nyata dan semangat pantang menyerah. Garuda UNY Team, Let’s Fly High.

Kembali Berlaga Di Singapura, Garuda Sabet 2 Prestasi sekaligus!

Shell Eco-marathon merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Indonesia pun tak mau ketinggalan mengirimkan tim terbaiknya. Salah satu delegasi tersebut adalah  Universitas Negeri Yogyakarta dengan Tim Garudanya. Tim Garuda UNY kembali berhasil mengharumkan nama Universitas Negeri Yogyakarta setelah bersaing dengan 122 tim dari 18 negara dalam ajang internasional yang digelar di Singapura pada tanggal 8-11 Maret 2018. Dengan mobil listriknya tim garuda UNY berhasil menyabet beberapa kejuaraan seperti Third place urban concept, Third place DWC regional final and goes to London, dan First saSafety award.

Tidak berhenti disitu, Tim Garuda UNY akan berlaga kembali di London, Inggris dalam ajang ‘Drivers World Championship’ (DWC)  pada tanggal 5-8 Juli 2018. Dalam ajang tersebut Tim Garuda UNY juga bersaing dengan  tim ‘Sapuangin’ dari ITS dan ‘Semar Urban’ dari UGM.

Ajang tersebut  menjadi gambaran bahwa mahasiswa UNY mampu menunjukkan dapat berkompetisi dalam ajang internasional dan berinovasi dalam bidang teknologi untuk masa depan.

Kolaborasi Ciamix, UNY Sabet Silver Medal di Cameron Highland

InIIC satrio

Tim UNY bimbingan Dr. Eng., Didik Nurhadiyanto, MT.  yang  terdiri dari Garin Alkautsar Razid (FT/ PT Mekatronika), Satrio Sigit Purnomo (FT/ PT Mesin ), Fitrianto Hakim (FT/ PT Elektonika) , Futri Nadyaturrohmah (FBS/ Sastra Inggris) dan Arnum Sari Khoirunnisa (FMIPA/ Fisika) meraih Silver Medal dalam International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2 yang di gelar di Cameron Highland, Pahang, Malaysia (18/11/2017).  Mereka menciptakan inovasi berjudul “PADIMAX- Automatic Rice Dryer as Agricultural Technology Development to Increase Rice Productivity”. Tim ini merupakan kolaborasi mahasiswa dari tiga fakultas di UNY. Untuk komponen-komponen teknis sepenuhnya dikerjakan oleh mahasiswa Fakultas Teknik (Garin, Satrio dan Fito), untuk dasar-dasar teori yang digunakan disusun oleh Arnum (FMIPA/ Fisika) sementara untuk mempermudah komunikasi saat presentasi dibantu oleh Futri (FBS/ Sastra Inggris). Dengan kolaborasi yang sempurna, tim UNY ini mampu meraih Silver Medal di InIIC Series 2.

InIIC Series 2 merupakan ajang kompetisi yang diikuti oleh innovator (mahasiswa, peneliti dan praktisi) tingkat dunia dengan mengangkat tema “Creative Innovation Without Boundaries”. Lomba dilaksanakan di Copthorn Cameron Highland, Pahang, Malaysia dengan diikuti oleh lebih dari 180 tim dari berbagai negara seperti Malaysia, Indonesia, Singapura, India,dan Hongkong. Satrio, salah satu anggota tim menjelaskan bahwa inovasi dari kelompoknya bertujuan untuk meng-cover proses penjemuran padi ketika cuaca tidak bersahabat. “Jadi kami membuat mesin pengering padi otomatis dan melakukan riset untuk mencari kadar air, suhu dan waktu optimum secara otomatis, agar padi bisa dikatakan kering dan siap untuk disimpan atau diproses menjadi beras,” ujarnya. “Dengan inovasi ini, diharapkan musim hujan bukan lagi penghalang untuk tetap dapat melakukan proses pengeringan padi,” bebernya. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya ia dan tim nya mengikuti kompetisi tingkat internasional. “Suatu kebanggan bagi kami mampu mengharumkan nama alamamater UNY dan Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya. (Satrio/FT)

Tim TI Restek Raih Silver Medal di InIIC 2017 Malaysia

TI InIIC I InIIC 2017

Tim Teknologi Informasi bidang 2 UKM Rekayasa Teknologi UNY berhasil meraih Medali Perak dalam ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC ) 2/2017 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Negara Malaysia yang bekerjasama dengan University of Malaya dan MNNF Network. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 November 2017 di Copthorne Hotel, Cameron Highlands, Malaysia. Pada ajang ini, tim IT UKM Rekayasa Teknologi menerbangkan satu tim untuk berkompetisi. Tim yang berangggotakan Linda Noviasari (Pendidikan Teknik Elektronika), Brian Dwi Murdianto (Pendidikan Teknik Informatika), Lina Ambarwati (Pendidikan Bahasa Inggris), Eko Saputro Lukito (Pendidikan Teknik Elektronika) dan Fajar Indra Prasetyo (Pendidikan Ekonomi).

Acara ini diikuti oleh 184 inventor dari beberapa negara, diantaranya adalah Malaysia, Indonesia, Taiwan, Thailand, Singapura, India, Hongkong dan beberapa negara lainnya. Terdapat tiga kategori yang dinilai, meliputi Professional Education & Social Science, Professional Science & Engineering, dan Higher Institution Students.

Linda Noviasari menceritakan bahwa pada kompetisi ini terdapat para pesaing yang berasal tidak hanya dari mahasiswa melainkan kalangan dosen, aktivis dan praktisi yang sudah ahli di bidangnya. “Bahkan tim kami merupakan salah satu tim termuda diantara kontestan lainnya,” kenang Linda.

Linda menambahkan bahwa lomba ini berkonsep presentation and exhibition, dimana semua peserta diberikan fasilitas berupa stan untuk gelar produk. “Perangkat yang harus disediakan dalam ajang ini adalah baner, artikel, produk inovasi, dan alat-alat penunjang lainnya seperti foto-foto alat dan sertifikat pendukung,” imbuhnya.

“Penjurian dilakukan dengan presentasi menjelaskan tentang alat yang sudah kami buat dan ditunjukkana cara kerja alat kami. Selain itu juga ada tanya-jawab menggunakan Bahasa Inggris dengan dua orang juri seputar deskripsi karya, biaya produksi, implementasi, dan potensi paten,” lanjutnya.

Sementara itu Brian Dwi Murdianto menjelaskan bahwa dalam meraih suatu pencapaian bukan suatu hal yang mudah bagi tim. “Perjuangan dimulai dari pencarian event, proses pengiriman abstrak, penyusunan proposal, pembuatan alat, uji coba dan validasi ahli yaitu dosen, hingga saat presentasi yang semuanya mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

 “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan kami, dan semoga event perlombaan seperti ini nantinya bisa bermanfaat bagi para peserta terkait dengan kompetisi Internasional dan masyarakat luas terkait dengan implementasi dari produk-produk yang dibuat oleh mahasiswa,” tutup Lina. (Linda)

Garuda UNY Sabet Juara 2 KMHE 2017 dan FDR Award

Kompetisi mobil hemat energi tingkat nasional KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi) 2017 telah sukses diselenggarakan selama 5 hari (7 – 11/11) di Kenjeran Park, Surabaya, Jawa Timur. Kontes yang terdiri dari mobil urban dan prototype ini dimeriahkan oleh 80 tim mobil dari seluruh Indonesia. Garuda UNY untuk kesekian kalinya berhasil lolos mengikuti lomba bergengsi ini dengan mengusung mobil urban berbahan bakar bensin.

Garuda UNY Eco Team, dengan 7 anggota dan mobil Garuda Urban Gasoline 17 berhasil meraih posisi kedua dengan capaian 303 km/l. Raihan ini merupakan capaian terbaik tim Garuda selama membuat mobil hemat energi. Selain menjadi juara 2 kategori Urban Gasoline, Garuda UNY juga menempati posisi dua untuk FDR Award yaitu juara untuk mobil tercepat yang menggunakan minimal 2 ban FDR. Penghargaan ini merupakan penghargaan khusus yang diberikan oleh FDR selaku sponsor utama KMHE 2017.

“Alhadulilah kami civitas akademika UNY mengucapkan terima kasih tak terhingga dan khususnya juga puji syukur atas prestasi yang dicapai oleh anak-anak di KMHE ini sehingga kita bisa meraih juara 2 mobil terhemat dan juara 2 mobil tercepat. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dan doa restu dari semua pihak, terutama pimpinan UNY dan jajarannya, para dosen dan mahasiswa, serta sponsor tim Garuda.”ungkap Dr. Zainal Arifin, M.T., advisor tim Garuda.

“Harapan kami, semoga untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya kami bisa meraih yang lebih baik dan bisa mengharumkan nama UNY dan nama bangsa,” tambah beliau.

Pengumuman kejuaraan dilangsungkan di Gedung Robotika ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Pada kesempatan ini, rektor ITS mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tim dalam meriset mobil hemat energi.

“Adik-adik telah mendapatkan hasil dan pencapaian yang luar biasa. Mulai dari seleksi proposal, seleksi tahap 1, berlaga di final, dan menjadi juara. Menjadi juara bukan yang utama. Menjadi juara adalah bonus anugerah, namun tentu kita tetap ingin mendapat prestasi tertinggi. Terima kasih kepada para peserta yang luar biasa. Semoga di kompetisi mobil hemat energi selanjutnya, adik-adik dapat mengulang menjadi tim terbaik.” ungkap Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D, rektor ITS. (Fb)

ROSEMERY UNY, ROBOT CANTIK JUARA 1 NASIONAL DI KONTES ROBOT INDONESIA(KRI) 2017

Indonesia selalu harum oleh karya anak mudanya. Rosemery adalah karya anak muda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bernaung di tim Robot UKM Rekayasa Teknologi. Rosemery berhasil memenangkan predikat “First Winner” (Juara 1) Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) yang diselenggarakan pada tanggal 8-9 Juli 2017. Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah kompetisi bergengsi yang diadakan oleh  Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Tahun ini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah KRI yang diikuti oleh 93 robot dari berbagai universitas di Indonesia.

Rosemery merebut peringkat pertama setelah berlaga dengan 15 robot lainnya dari universitas lain untuk divisi KRSTI. Peringkat berikutnya adalah Erisa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (juara 2), Alfan dari Universitas Gadjah Mada (juara 3), dan Adhira-Aruna dari Universitas Brawijaya (juara harapan). Kontes Robot Indonesia (KRI) ini berlangsung sengit dengan laga robot unggulan masing-masing universitas.

Rosemery adalah robot cantik. Dengan berpakaian adat penuh manik emas dan berwajah ayu, dua robot ini menarikan tarian adat Gending Sriwijaya dengan kompak dan anggun. Gerakan tangan dan jarinya pun layaknya seorang putri yang menari. Rosemery juga memainkan selendang kuning ketika menunjukkan kebolehan tariannya kepada dewan juri dan penonton. Tarian ini sangat menawan dengan iringan musik Gending Sriwijaya.

Ada para pekerja keras di balik kejuaraan Rosemery. Mereka adalah tim solid yang diketuai oleh Vando Gusti Alhakim (mahasiswa Pendidikan Teknik Mekatronika 2014). “Nggak nyangka dapat peringkat pertama karena memang tim lain hebat-hebat. Bahkan di babak penyisihan hingga semi final kami menemui kendala. Alhamdulillah setelah kerja tim yang sigap, Rosemery tampil prima. Benar-benar membuat senam jantung”, ujar Vando.

Melihat kontes yang berlangsung sengit 2 hari itu, memperjelas bahwa perkembangan teknologi terus meningkat. Pemerintah Indonesia memberikan apresiasi untuk karya mahasiswa pada masing-masing universitas. Semoga teknologi akan terus membesarkan nama Indonesia di kancah dunia. (Azizah)